ANALISIS FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT PERUBAHAN DALAM KURIKULUM MERDEKA Di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Kota Tanjungbalai
Intan Bayzura Sirait,Jihan DalilahSiti Nur aisyahSiti Nurhalimah,Topan Iskandar Br Hasibuan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor yang menghambat perubahan sistem pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Kota Tanjungbalai. Penghambat yang sering kali terjadi didunia pendidikan di Madrasah, minimnya pengetahuan tentang Kurikulum Merdeka yang kurang dipahami oleh tenaga pendidik di Madrasah. Meskipun demikian, penerapan kurikulum baru ini mengatasi berbagai tantangan, termasuk kesulitan guru dalam pembuatan modul ajar yang kompleks dan kurangnya pelatihan. Tantangan lain mencakup keterbatasan sarana prasarana teknologi dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi. Maupun penerimaan peserta didik dengan materi pembelajaran yang diterapkan dalam kurikulum Merdeka. Perubahan kurikulum yang sering terjadi di Indonesia juga menuntut waktu dan pelatihan tambahan bagi guru. Selain itu, keterampilan soft skill guru seperti empati dan komunikasi efektif menjadi kendala dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi hambatan-hambatan ini, beberapa solusi yang diusulkan meliputi penyediaan infrastruktur teknologi dan pelatihan bagi guru, pengembangan program profesional berkelanjutan, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat melalui seminar dan forum diskusi. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang faktor penghambat perubahan dalam iklim Merdeka.
Keywords
Daftar Pustaka (References) 28
- Kurniawan, PAK (2017). Analisis karakter media pembelajaran berdasarkan gaya belajar peserta
- didik. JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), 3(1), 491-506.
- Lazwardi, D. (2017). Manajemen kurikulum sebagai pengembangan tujuan pendidikan. Al-Idarah:
- Jurnal Kependidikan Islam, 7(1), 119-125.
- Marwah, SS, Syafe'i, M., & Sumarna, E. (2018). Relevansi konsep pendidikan menurut Ki Hadjar
- Dewantara dengan pendidikan islam. TARBAWY: Jurnal Islam Indonesia
- Pendidikan, 5(1), 14-26.
- Nasution, SW (2022). Asesment kurikulum merdeka belajar di sekolah dasar. Prosiding
- Pendidikan Dasar, 1(1), 135-142.
- Rahmadayanti, D., & Hartoyo, A. (2022). Potret Kurikulum Merdeka, Wujud Merdeka Belajar di
- Sekolah Dasar. JurnalBasicedu, 6(4), 7174–7187. https://doi.org/10.31 004/ba sicedu.v6
- i4. 3 431
- Rahimah, R. (2022). Peningkatan kemampuan guru SMP negeri 10 kota tebingtinggi dalam
- menyusun modul ajar kurikulum merdeka melalui kegiatan pendampingan tahun
- ajaran 2021/2022. ANSIRUPAI:PengembanganProfesiGuruPendidikanAgama Islam,
- (1), 92-106.
- Riska, SA, & Afriansyah, H. (2020). Administrasi Kurikulum.
- Sibagariang, D., Sihotang, H., & Murniarti, E. (2021). Peran guru penggerak dalam pendidikan
- merdeka belajar di indonesia. Jurnal Dinamika Pendidikan , 14 (2), 88-99.
- Sukariyadi, TI (2022). Manajemen Kurikulum.
- Suratno, J., Sari, DP, & Bani, A. (2022). Kurikulum dan Model-model Pengembangannya. Jurnal
- Pendidikan Guru Matematika, 2(1).
- Wisada, PD, & Sudarma, IK (2019). Pengembangan media video pembelajaran yang berorientasi
- karakter pendidikan. Jurnal Teknologi Pendidikan, 3(3), 140-146.
- Wulandari, AP, Salsabila, AA, Cahyani, K., Nurazizah, TS, & Ulfiah, Z. (2023). Pentingnya
- Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar. Jurnal Pendidikan, 5(2), 3928-
- Yustikia, NWS (2017). Pentingnya sarana pendidikan dalam menunjang kualitas pendidikan di
- sekolah. Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu, 4(2), 1-12.